"Cinta tak lebih dari sekadar ungkapan puitis hasrat seksual." Itulah yang dikatakan sebuah buku yang pernah kubaca dulu, tetapi sebagai pria bodoh yang tak punya ikatan dengan cinta atau seks, aku tak pernah mengerti artinya. Lalu aku bertemu pacar pertamaku, Yuhi, seorang junior pemalu di klub sastra. Suaranya sangat pelan dan polos, tetapi ketika ia melepas pakaiannya, ia tampak sangat pucat, ramping, dan berdada besar. Kami begitu jatuh cinta sampai-sampai kami bercinta gila-gilaan...